Glosarium & Daftar Pustaka
Glosarium
- Folkdance : tari rakyat
- Tari Pertunjukan : Yaitu sebuah pementasan seni tari yang mengedepankan kekreativitasan, ide dan konsep yang tertata rapi, sehingga kesannya menjadi unik dan indah. Acara ini biasanya diadakan saat event-event tertentu seperti Pentas Seni dan hari-hari besar.
- Tari Upacara : Adalah tarian yang akan diselenggarakan pada saat adanya perayaan adat atau keagamaan di suatu daerah. Umumnya tari dan tema yang diangkat diambil berdasarkan daerah itu sendiri.
- Tari Hiburan : Sesuai dengan namanya, tarian ini bertujuan hanya untuk menghibur, tidak memperdulikan adat, makna maupun tradisi. Yang terpenting bisa memberikan hiburan sesaat dan menghilangkan kejenuhan.
- Tari Pergaulan : Yaitu tarian yang diadakan untuk mempererat persaudaraan, sehingga dalam pertunjukkannya akan dimainkan oleh dua kelompok yang saling beradu dan saling timbal balik secara bergantian.
- Kesenian : Adalah pementasan tarian yang bertujuan untuk mengenang adat istiadat, tradisi serta ajang pelestarian budaya setempat, dalam artian menghidupkan Kembali unsur-unsur tradisional didalamnya.
- Ruang : Elemen dasar dalam tari yang menjadi tempat melakukan gerakan tari, dibuat sejauh mana pencapaian tangan dan kaki saat pementasan
- Tenaga : Adalah elemen tarian yang mendeskripsikan tenaga serta pola gerakan penari untuk memainkan keseluruhan gerakan, serta menuntut kemampuan pengontrolan dan kesesuaian dengan musik pengiring.
- Waktu : Durasi dalam tarian yang ditmukai dari pertunjukkan dimulai hingga berakhir.
- Musik Pengiring : Adalah musik yang dimainkan saat pertunjukkan berlangsung, sekaligus menjadi pemandu dan pedoman dalam tarian.
- Alat Musik : Alat yang dipakai untuk menghasilkan bunyi, umumnya berbeda di beberapa daerah, menyesuaikan alat musik tradisional di daerah terebut.
- Tata Rias : istilah yang menitikberatkan pemberian hiasan / make up kepada penari, untuk menambah daya tarik dan penjelasan karakter agar lebih mudah dipahami.
- Setting Panggung : Adalah kegiatan dalam mendekorasi panggung, baik ukuran, pola lantai, jarak dengan penonton maupun pembawa musik dan sebagainya.
- Simbol-simbol konstitutif yang terbentuk sebagai kepercayaan kepercayaan dan biasanya merupakan inti dari agama
- Simbol-simbol kognitif yang membentuk ilmu pengetahuan
- Simbol-simbol penilaian moral yang membentuk nilai-nilai dan aturan aturan
- Simbol-simbol pengungkapan perasaan atau simbol-simbol ekspresif.
- Interaksionisme : merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi.
- Symbolon : atau symballo adalah bahasan Yunani yang berarti menarik kesimpulan, atau memberi kesan 3. Sifat individual : Sifat khusus dimiliki seseorang dan mempunyai kapasitas untuk mengartikan stimulus yang berbeda, yang setara secara fungsional, serta untuk memulai dan mengarahkan perilaku 4. Interaksi : suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain
- Interpretasi : pemberian kesan, pendapat atau pandangan seseorang terhadap sebuah simbol tari
- Cunduk Gunungan adalah hiasan berbentuk menyerupai bukit ini memiliki makna yang sacral, yaitu gunung sebagai tempat tertinggi, maka wanita yang memakai gunungan berarti wanita terhormat
- Sanggul Ukel Tekuk adalah sanggul yang digunakan oleh masyarakat dalam lingkungan keraton Ngayogyadiningrat, dimulai dari permaisuri, selir, putri-putri raja dan para inang pengasuh (emban).yang menjadi pembeda dalam penggunaannya adalah ragam accessories serta pakaian yang dikenakan.
- Sirkam sisir rambut terus dibiarkan terletak pada rambut wanita sebagai hiasan
- Eksplorasi : merupakan penjajakan atau pencarian gerak untuk memperoleh gerak sesuai dengan yang diinginkan
- Improvisasi : pengalaman secara spontanitas mencoba atau mencari kemungkinan teknik gerak yang telah diperoleh pada waktu eksplorasi.
- Kinestetiki : kecerdasan yang memiliki kemampuan untuk menggerakan seluruh bagian tubuh untuk menyampaikan perasaan dan ide dalam bentuk olahraga, menari, menggambar, berpantomim, dan kemampuan tangan lainnya selain menggambar, misalnya dengan menulis dan lain sebagainya.
- Komposisi : adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata menurut Abdul Chaer
- Koreografi : Seni atau praktik merancang urutan gerakan tubuh fisik maupun penggambarannya secara otentik
Daftar Pustaka
- Darmoko, P. D. (2014). Kesenian Sintren Dalam Tarikan Tradisi dan Modernitas. Madaniyah, 4(1), 115–125.
- Depdikbud.1985. Ensiklopedi Tari Indonesia. Jakarta
- H Kistanto, N. (2017). KESENIAN & MATA PENCAHARIAN – Upaya Seniman Tradisional & Populer dalam Pemenuhan Nafkah. Nurdien H . Kistanto Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 7(1), 43–86.
- Hawkins, Alma M., 2003. Bergerak Menurut Kata Hati, terjemahan I Wayan Dibia, Jakarta: MSPI. Hadi Y.S, Koreografi: Bentuk – Teknik – Isi, cetakan ke-2, Jogjakarta,
- Humprey, Doris, 1983. Seni Menata Tari, terjemahan. Sal Murgiyanto, Dewan Kesenian Jakarta, Jakarta.
- Jazuli, M. 2008. Pendidikan Seni Budaya, Suplemen Pembelajaran Seni Tari.Semarang: UNNES PRESS.
- Jazuli, M. 1994. Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang Press.
- Septimardiati, E. (2013). Penciptaan karya tari slendang pemalang sebagai tari identitas kabupaten pemalang. 8(3), 330–347.
- Soetedjo, Zackaria,dkk.2016. Seni Budaya kelas X. Jakarta : Kemendikbud, hal 57-85
- Subekti, Ari. 2010. Seni Tari. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional, hal 4, 68, dan 133-134.
- Supriyadi, A., & Ainan, M. (2021). Development of cikendung tourism village 1,2,3. 4(3), 5–7.
- Wariatunnisa, Alien. 2010. Seni Tari untuk kelas X, XI, dan XII. Jakarta. KementrianPendidikan Nasional.
- Yoyok RM dan Siswandi.2006. Pendidikan Seni Budaya. Jakarta: Yudhistira, hal 73-82